Dipaksa Direkam saat Bersetubuh

                            Dipaksa Direkam saat Bersetubuh

klik66 - Lisa, seorang perempuan 25 tahun di Lampung, juga mengalami kekerasan psikis dari suaminya. Lisa ialah santriwati di sebuah ponpes di Lampung yang difatwa sesat oleh MUI pada 2015 namun ternyata tetap beroperasi hingga kini.

Suami Lisa yang berusia 27 tahun ialah imam di ponpes tersebut. Di ponpes itu pula Lisa pertama kali bertemu suaminya. Mereka menikah setelah masa perkenalan (taaruf) yang singkat.

Sebelum menikah, Lisa sempat bertanya-tanya kepada lelaki itu soal ajaran di ponpes yang menurutnya janggal. Namun, tiap bertanya, Lisa selalu dimarahi.

“Dia marah, bilang, ‘Kamu ini harusnya nurut,’” kata Lisa kepada kumparan.

Meski tak sreg dengan perilaku lelaki itu, Lisa akhirnya tetap bersedia menikah dengannya. Status pimpinan pesantren cukup meyakinkan bagi Lisa kala itu.

“Saya kayak tutup mata karena percaya saja sama agama dia. Soalnya dia imam ponpes,” ujar Lisa

Lisa dan suaminya kemudian membuat perjanjian pranikah. Namun belakangan, Lisa baru sadar bahwa perjanjian itu tak punya kekuatan hukum karena tidak hitam di atas putih. Sebatas lisan saja.

klik66 - Tahun 2022, Lisa menikah di ponpes. Malang tak dapat ditolak, suaminya ternyata temperamental. Ia gampang emosi, sering berbohong, bahkan jarang menafkahi Lisa.

“Semua yang ada di perjanjian [lisan] pranikah, dia langgar,” kata Lisa.

Menurut Lisa, suaminya sering bilang punya banyak utang pernikahan. Alasan itulah yang dipakai untuk tidak menafkahi Lisa. Namun, Lisa curiga dan mencari tahu kondisi keuangan suaminya.

Dari penelusuran diam-diamnya, Lisa mengetahui bahwa suaminya bukannya tak punya duit, tapi duit itu ia pakai untuk keperluan dan kesenangan pribadi

Malahan, ujar Lisa, ia pernah melihat langsung kegenitan suaminya. Kala itu mereka sedang pergi bersama, dan si suami tiba-tiba mencubit paha perempuan lain di depan mata Lisa.

Tumpukan keanehan itu tak bisa lagi dipendam Lisa. Ia menceritakan tabiat buruk suaminya kepada sahabatnya. Sialnya, suaminya kemudian mengetahui hal itu dan mengamuk.

“Pas dia tau [aku cerita ke orang lain], hape aku dibanting,” kata Lisa.

klik66 - Namun yang paling parah adalah ketika suaminya beberapa kali memaksa berhubungan intim sambil direkam kamera ponsel. Kondisi itudiperkeruh dengan ibu mertuanya yang menyindir-nyindir Lisa agar menuruti kemauan suaminya. Dan Lisa tinggal bersama ibu mertuanya. Terang Lisa merasa tak nyaman.

“Padahal saya bilang ‘Enggak. Beneran saya enggak mau.’ Tapi tetap dipaksa [suami], dibilang, ‘Ayolah, ayolah [direkam]

Situasi absurd yang membuat Lisa tak nyaman itu berlangsung hingga usia kehamilannya genap enam bulan. Setelahnya, ia memutuskan keluar dari rumah ibu mertuanya dan menggugat cerai suaminya.

Sejak saat itu, Lisa berjuang mencari duit sendiri sendiri. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia memakai uang tabungan dan mencoba berjualan minuman secara online. Mirisnya, saat sang anak lahir, suami Lisa malah makin jarang menafkahi.

“Dia kasih nafkah suka-suka aja. Kadang Rp 50 ribu [per minggu], kadang Rp 400 ribu, tapi seringnya nggak ngasih,” kata Lisa.

Setelah menceritakan semua keluh kesahnya selama tinggal bersama sang suami yang kurang dari setahun, pengadilan agama setempat menyetujui gugatan cerai Lisa

Comments